Naik haji adalah impian banyak umat Muslim. Tapi karena biaya haji tidak murah dan masa tunggu yang cukup lama, menabung sejak muda jadi langkah bijak yang perlu dilakukan. Buat kamu yang masih muda dan sudah punya niat berhaji, memulai dari sekarang adalah keputusan terbaik. Yuk simak cara menabung untuk naik haji sejak muda yang praktis dan tentunya sesuai prinsip syariah!
Daftar isi Artikel
Kenapa Harus Menabung Haji Sejak Muda?
Tahukah kamu, masa tunggu haji di Indonesia bisa mencapai 10 hingga 30 tahun tergantung wilayah? Sementara itu, biaya haji pun cenderung naik dari tahun ke tahun. Menabung sejak dini akan memberi banyak keuntungan, seperti:
-
Meringankan beban keuangan di masa depan
-
Menghindari terburu-buru ketika usia sudah lanjut
-
Lebih siap secara mental dan spiritual untuk melaksanakan ibadah
Dengan memulai lebih awal, kamu bisa menabung sedikit demi sedikit tanpa merasa berat.
Tentukan Target dan Hitung Kebutuhan
Langkah awal adalah menentukan target dana yang perlu dikumpulkan. Saat ini, untuk bisa mendaftar haji reguler, dibutuhkan biaya sekitar Rp35 juta hingga Rp50 juta. Biaya ini belum termasuk perlengkapan pribadi, manasik, dan uang saku selama di Tanah Suci.
Contoh perhitungan menabung:
-
Rp40 juta ÷ 5 tahun = Rp666 ribu per bulan
-
Rp40 juta ÷ 10 tahun = Rp333 ribu per bulan
Dengan target dan rencana seperti ini, kamu bisa menabung secara realistis sesuai kemampuan.
Pisahkan Tabungan Haji dari Tabungan Lain
Salah satu kesalahan umum adalah mencampur tabungan haji dengan tabungan harian atau tabungan darurat. Hal ini bisa membuat dana haji terganggu karena digunakan untuk kebutuhan lain. Supaya lebih aman, buatlah rekening atau simpanan khusus untuk haji agar dananya tetap utuh dan terpantau.
Konsisten dan Disiplin Itu Kunci
Menabung bukan soal besar kecilnya nominal, tapi tentang konsistensi. Mulailah dari nominal kecil, seperti Rp100.000 per bulan, lalu tingkatkan secara bertahap. Beberapa tips agar tetap konsisten:
-
Pasang reminder bulanan
-
Gunakan autodebet bila memungkinkan
-
Buat grafik perkembangan tabungan sebagai penyemangat
Ingat, setiap rupiah yang kamu simpan adalah langkah lebih dekat menuju Baitullah.
Cari Penghasilan Tambahan untuk Tambah Tabungan
Kalau kamu punya skill atau waktu luang, manfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan. Misalnya:
-
Jualan online
-
Freelance (desain, menulis, jasa foto/video)
-
Menyisihkan bonus tahunan atau THR
Hasil dari penghasilan tambahan ini bisa langsung dimasukkan ke dalam tabungan haji.
Libatkan Keluarga atau Pasangan
Kalau kamu sudah menikah atau punya rencana berhaji bersama keluarga, menabung secara kolektif bisa jadi lebih semangat dan cepat tercapai. Libatkan pasangan atau orang tua agar bisa saling mengingatkan dan mendukung satu sama lain dalam proses menabung.
Gunakan Simpanan Khusus Haji di BMT UMY
BMT UMY menyediakan produk simpanan syariah yang bisa kamu manfaatkan untuk menabung dana haji. Meski BMT UMY belum melayani pendaftaran haji, kamu tetap bisa menyimpan dana secara aman dan sesuai syariah hingga jumlahnya mencukupi untuk pendaftaran resmi di bank penerima setoran BPIH.
Keunggulan menabung di BMT UMY:
-
Bebas riba, sesuai prinsip syariah
-
Aman dan terpercaya
-
Setoran fleksibel, bisa disesuaikan dengan kemampuan
-
Bisa menjadi sarana disiplin menabung dengan tujuan ibadah
Setelah saldo mencukupi, kamu bisa memindahkannya ke bank syariah yang ditunjuk pemerintah untuk proses pendaftaran haji.


Leave A Comment