Memasuki bulan suci yang penuh berkah, setiap muslim tentu ingin ibadahnya sempurna. Memahami hal yang membatalkan puasa merupakan ilmu dasar yang wajib dimiliki agar kita tidak sekadar menahan lapar dan dahaga tanpa mendapatkan pahala. Namun, sebelum membahas apa saja yang membatalkan, pastikan Anda sudah mengawali ibadah dengan benar. Salah satu rukun puasa yang paling utama adalah niat; bagi Anda yang ingin memastikan bacaannya sudah tepat, silakan cek panduan lengkap Niat Puasa Ramadhan yang benar sesuai sunnah.
Di tahun 2026 ini, kesadaran untuk memperdalam fiqh puasa semakin meningkat, seiring dengan semangat kita untuk kembali fitrah. Seringkali muncul keraguan di tengah masyarakat mengenai aktivitas sehari-hari: mana yang benar-benar membatalkan dan mana yang sekadar diperdebatkan.
Daftar isi Artikel
Mengenal Pembatal Puasa secara Syariat
Secara garis besar, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, detail mengenai apa saja yang merusak keabsahan puasa seringkali terlewat. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 7 hal yang wajib Anda hindari.
7 Hal yang Membatalkan Puasa
Berdasarkan kesepakatan para ulama, berikut adalah tujuh perkara utama yang dapat membuat puasa seseorang gugur:
-
Makan dan Minum dengan Sengaja Segala sesuatu yang masuk ke dalam lubang tubuh yang terbuka (seperti mulut, hidung, atau telinga) dan sampai ke lambung secara sengaja akan membatalkan puasa. Jika Anda lupa, segera berhenti dan lanjutkan puasa karena hal itu dianggap rezeki dari Allah.
-
Muntah dengan Sengaja Jika seseorang sengaja merangsang tenggorokannya agar muntah, maka puasanya batal. Namun, jika muntah terjadi secara alami karena sakit, puasa tetap sah.
-
Melakukan Hubungan Suami Istri di Siang Hari Ini adalah pembatal puasa yang sangat berat. Selain puasanya batal, pelakunya diwajibkan membayar kifarat atau denda berupa puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin.
-
Keluarnya Air Mani dengan Sengaja Baik karena aktivitas fisik tertentu atau onani, hal ini membatalkan puasa. Berbeda cerita jika keluar karena mimpi basah, yang mana hal tersebut tidak membatalkan puasa.
-
Haid dan Nifas Wanita yang mengalami haid atau nifas, meskipun hanya satu menit sebelum waktu berbuka tiba, maka puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain (qadha).
-
Gangguan Jiwa atau Gila Puasa menuntut syarat berakal. Jika di tengah hari seseorang kehilangan kesadaran atau mengalami gangguan jiwa, maka kewajiban puasanya gugur dan dianggap batal.
-
Murtad Keluar dari agama Islam, baik secara ucapan maupun perbuatan, secara otomatis menghapuskan seluruh amal ibadah, termasuk puasa yang sedang dijalankan.
Mana yang Hanya Makruh?
Selain memahami hal yang membatalkan puasa, Anda juga perlu tahu apa itu makruh. Makruh adalah perbuatan yang jika dilakukan tidak membatalkan puasa, namun sangat disarankan untuk ditinggalkan karena bisa mengurangi pahala atau berisiko membatalkan puasa secara tidak sengaja.
Beberapa hal yang termasuk makruh antara lain:
-
Berkumur secara berlebihan: Saat berwudhu, sebaiknya tidak terlalu dalam (berlebihan) karena dikhawatirkan air masuk ke kerongkongan.
-
Mencicipi Masakan: Bagi Anda yang sedang memasak untuk berbuka, mencicipi makanan di ujung lidah diperbolehkan asalkan segera dilepehkan dan tidak tertelan. Jika dilakukan tanpa hajat (keperluan), hukumnya makruh.
-
Sikat Gigi setelah Dzuhur: Sebagian ulama menganggap sikat gigi di siang hari makruh karena menghilangkan aroma mulut orang berpuasa yang disukai Allah. Namun, tetap diperbolehkan jika tujuannya menjaga kebersihan, asal tidak ada pasta gigi yang tertelan.
Menyempurnakan Ibadah dengan Zakat dan Sedekah
Puasa bukan hanya tentang menahan diri, tapi juga tentang peduli. Selain menjaga diri dari hal yang membatalkan puasa, menyempurnakan Ramadan bisa dilakukan dengan menata finansial sesuai syariah. Ramadan adalah waktu terbaik untuk melakukan Cara Hitung Zakat Maal yang benar. Dengan membersihkan harta melalui zakat di BMT UMY, keberkahan puasa kita akan semakin lengkap.
Banyak dari kita yang sering bingung bagaimana menghitung nisab dan kadar zakat. Di BMT UMY, kami menyediakan layanan konsultasi dan pengelolaan zakat agar penyalurannya tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Jangan sampai puasa kita terjaga, namun kewajiban harta terabaikan.
Tips Mengelola Keuangan selama Ramadan
Ramadan seringkali menjadi bulan yang konsumtif. Padahal, esensi puasa adalah kesederhanaan. Gunakan Tips Mengelola THR Syariah agar dana yang Anda miliki tidak habis begitu saja untuk keperluan konsumsi. Alokasikan sebagian untuk tabungan masa depan di BMT atau untuk Sedekah Ramadan Online yang lebih praktis dan pahalanya terus mengalir.
Kesimpulan
Memahami hal yang membatalkan puasa adalah langkah awal untuk meraih predikat takwa. Dengan menghindari pembatal, menjauhi yang makruh, serta menjalankan kewajiban finansial seperti zakat, insya Allah Ramadan 2026 kita akan lebih bermakna.
Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk hijrah finansial bersama BMT UMY. Bersihkan jiwa dengan puasa, bersihkan harta dengan zakat.


[…] ibadah puasa. Selain memulai dengan niat yang benar, penting juga bagi kita untuk mengetahui hal yang membatalkan puasa agar ibadah kita tetap terjaga dan sah hingga waktu berbuka […]