Yogyakarta, 18 April 2026 – Lazismu BMT UMY kembali menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Seremonial Serah Terima Kartu Lunas Pembebasan Hutang Riba (PHR) pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Kantor Pusat BMT UMY.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari komitmen Lazismu BMT UMY dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang bebas dari praktik riba. Melalui program sosial Pembebasan Hutang Riba (PHR), Lazismu BMT UMY terus berupaya membantu masyarakat keluar dari jeratan hutang berbasis riba sekaligus memberikan pendampingan spiritual.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ibu Uang Wari, SE., MEK selaku Direktur Utama PT UMB, Bapak Eka Yuhendri sebagai Sekretaris Lazismu Wilayah DIY, serta Sekretaris Pengurus BMT UMY, Bapak Prof. Halim Purnomo, yang turut memberikan sambutan dan dukungan terhadap program ini.
Daftar isi Artikel
Program Berkelanjutan Sejak 2016
Kegiatan Silaturahmi dan Seremonial Serah Terima Kartu Lunas PHR tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan yang ke-9 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2016. Hal ini menunjukkan konsistensi Lazismu BMT UMY dalam menjalankan program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada periode tahun 2026, Lazismu BMT UMY telah menyalurkan dana sebesar Rp 225.330.153,- untuk program Pembebasan Hutang Riba. Dana tersebut digunakan untuk membantu para penerima manfaat dalam melunasi kewajiban mereka yang sebelumnya terjerat praktik ribawi.
Bukan Sekadar Seremonial
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang serah terima Kartu Lunas PHR secara simbolis, tetapi juga menjadi momen silaturahmi yang penuh makna. Para penerima manfaat mendapatkan motivasi serta penguatan spiritual agar tidak kembali pada praktik riba di masa mendatang.
Dalam rangkaian acara, juga diselenggarakan pengajian yang disampaikan oleh Mukhlis Rahmanto, Ph.D. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya meninggalkan riba serta senantiasa berprasangka baik kepada Allah dalam setiap kondisi kehidupan.
Membangun Kesadaran dan Dakwah
Melalui kegiatan ini, Lazismu BMT UMY berharap para penerima manfaat tidak hanya terbebas dari beban hutang, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga diri dari transaksi yang mengandung riba.
Salah satu perwakilan penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Lazismu BMT UMY atas bantuan yang diberikan. Ia juga mengajak para penerima manfaat lainnya untuk turut menjadi agen dakwah di lingkungan masing-masing, dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif riba.
Komitmen Menuju Ekosistem Bebas Riba
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Lazismu BMT UMY tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga pada pemberdayaan spiritual dan sosial masyarakat. Dengan adanya program Pembebasan Hutang Riba (PHR), diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat beralih ke sistem keuangan yang lebih adil, aman, dan sesuai prinsip syariah.
Lazismu BMT UMY akan terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat luas serta mendorong terwujudnya masyarakat yang bebas dari praktik riba.


Leave A Comment